Home - News Update - Article - Event & Promo - Contact Us
Search :
» Enter your keywords for example "Hotel Jakarta"


Taman Mini Indonesia Indah
: 2008-04-19 11:51:21   : 747 total view   : 0 comments   [+] leave comment
Taman Mini Indonesia Indah
Jl. Taman Mini I
Phone: 021 - 8401687
Fax: 021 - 8411464
Jakarta Timur - DKI Jakarta

Email : informationcentre@taman-mini.co.id
Website : www.taman-mini.co.id

More Information:

Ada beberapa Museum didalamnya antara lain :
1. Museum Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
tanggal 10 November 1995 diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Pusat Pragaan I1mu Pengetahuan dan Teknologi.

Disadarai bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dunia berkembang sangat cepat, dan perkembangan ini harus disadari adanya dan diketahui arahnya. Pendirian pusat peragaan ini dimaksudkan untuk menyadarkan masyarakat akan adanya perkembangan ini dan ikut maju bersama perkembangan tersebut. Dengan peragaan ini pula masyarakat dapat melihat dari dekat, bahkan ikut berperan serta di dalamnya dan memahami bagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi itu berjalan.

Dengan peragaan ilmu pengetahuan dan teknologi ini, pengunjung dapat mengembangkan motivasinya dalam memahami prinsip-prinsip IPTEK. Banyak benda peragaan IPTEK yang dapat dimainkan sendiri oleh pengunjung di pusat peragaan ini. Dengan sistem ini. pengunjung akan secara langsung menjadi pelaku atau pelaksana ilmu pengetahuan dan teknologi.
Harga Tiket Masuk :
- Rata-rata Rp. 5.000,-
- Rombongan Minimum 30 orang, Pelajar Discount 25% dan Umum Discount 10%
- Atau kunjungi kami di www.ppiptek.com

2. Museum Pusaka
Museum seluas 1.535 m2 dibangun berbentuk limas segi lima terpancung. Tata penyajian dalamnya didasarkan pada ciri-ciri khusus kebendaan serta daerah asal dan jaman pembuatan dan pemakaiannya. Pada saat ini, selain memamerkan tombak dan pedang, tata saji museum didominasi oleh koleksi keris dari berbagai jenis, bentuk, daerah asal dan jaman. Memang, keris dan beberapa senjata tradisional lainnya merupakan salah satu benda yang lazim digunakan atau dijadikan sebagai pusaka.

Keris adalah senjata tradisional yang terdapat hampir di seluruh wilayah Indonesia. Selain sebagai benda budaya yang bernilai seni, kebanyakan keris memiliki nilai magis-religius. Pamor gambaran ragam hias atau motif sebilah keris atau yang lebih dikenal dengan tosan aji dipercaya memiliki tuah dan khasiat tertentu.

Koleksi keris di Museum Pusaka dipamerkan dalam beberapa ruang. Pada Ruang Pusaka Tradisional Nusantara disajikan koleksi jenis pusaka tradisional dari seluruh Indonesia. Ruangan lainnnya adalah Ruang Bagian Dalam Keris yang terbagi lagi menjadi Ruang Warangka, Ruang Tangguh Keris, Ruang Dapur Keris dan Ruang Pamor Keris.

Selain kegiatan peragaan dan pengelolaan sekitar 5.000 koleksi pusaka, yang kemungkinan besar akan terus bertambah, kegiatan lain yang berlangsung di dalam Museum Pusaka meliputi kegiatan perawatan (jamasan), bursa dan sarasehan yang dapat diikuti oleh masyarakat luas.

Waktu Buka:
Museum ini buka dari pukul 09.00 - 16.00 WIB pada hari Selasa - Minggu dan Hari Besar.
Museum ini tutup pada hari Senin.
3. Museum Indonesia
Museum Indonesia terletak di kompleks Taman Mini Indonesia Indah. Bangunannya bertingkat tiga, bergaya arsitektur Bali sebagaimana bangunan Bali seperti Pura dan Puri, maka museum Indonesia dikelilingi pagar tembok dengan gapura pada pintu gerbangnya, bentuk candi bentar. Pintu gerbang utama terdapat di bagian selatan berbentuk Paduraksa, yang merupakan batas antara halaman bagian dalam atau jeroan pura dengan jabe tengah atau halaman tengah. Pintu gerbang utama ini tidak boleh dilalui oleh semua orang. Pintu gerbang kedua berbentuk candi bentar.

Di halaman bagian dalam akan kita saksikan sebuah taman penuh tanaman bunga dan patung-patung yang indah. Disini juga terdapat bangunan disebut balai panjang di sebelah barat, tempat diselenggarakan pertunjukan kesenian dan hiburan. Di sebelah barat daya berdiri bangunan kecil bernama bale bengong, tempat raja-raja zaman dahulu bercengkrama.

Di sebelah timur terdapat balairung tempat sidang dan pertemuan. Lalu terdapat balai kambang yang dipisahkan dengan sebuah kolam. Di sebelah timurnya berdiri bangunan persembahyangan seperti terdapat pada rumah-rumah Bali. Di sudut tenggara berdiri menara air berbentuk bunga teratai, dan di bawahnya terdapat patung angsa.

Sebelum kita memasuki museum Indonesia marilah kita tinjau secara selayang pandang keadaan gedungnya. Bagian luar tampak dinding dari batu bara merah yang halus seperti rumah tradisional Bali. Juga kelihatan bagian-bagiannya dari batu karang dan batu padas yang dihias dengan ukiran atau relief, mengisahkan fragmen-fragmen wiracarita Ramayana. Patung-patungnya juga menggambarkan tokoh-tokoh Ramayana.

Di pintu depan terdapat patung naga Anantha Boga dan patung naga Basuki, yang melambangkan kesejahteraan dan kebahagiaan. Menara air yang berbentuk teratai melambangkan kesucian, sedangkan patung angsa adalah melambangkan kebijaksanaan. Bangunan Museum Indonesia ini juga melambangkan Gunung Muliawan, dari tempat itu Sri Rama memerintahkan para panglima pasukan dan untuk mencari Dewi Sinta ke seluruh dunia. Patung-patung yang ada dilantai dua menggambarkan tokoh-tokoh Panglima pasukan kera yang berperang melawan Rahwana.

Jembatan menuju pintu masuk adalah jembatan Situbanda, yang menghubungkan Ayodya dengan Alengka Pura. Sesudah diculik oleh Rahwana, maka Dewi Sinta disembunyikan di Taman Argasoka yang terletak di Alengka Pura. Jembatan Situbanda dibangun oleh pasukan kera.

Gedung Museum Indonesia ini dibangun oleh Ida Bagus Tugar, lahir dari keluarga pedanda pada tanggal 29 Mei 1926 di Garya Cucukan, Kelungkung, sebelah timur Denpasar Bali. Seluruh bangunan ini berdasarkan Pasalfah Hindu Bali : Tri Hita Karana, artinya tiga unsur yang menyebabkan kesejahteraan atau kebahagiaan. Ketiga unsur tersebut adalah memelihara keselaran hubungan antara munisia dengan Tuhan, memelihara keselaran hubungan antara munisia dengan manusia, memelihara keselarasan hubungan antara manusia dengan lingkungannya. Ida Bagus Tugur adalah Dosen Pakultas Tehnik Jurusan Arsitektur dan Seni Rupa. Universitas Udayana, Denpasar.Ida Bagus Tugur juga mendirikan dan memimpin Biro Perencanaan Bangunan u.p. ASTHA, Denpasar. Ia juga gemar melukis, karena itu Ida Bagus Tugur adalah arsitek dan pelukis.

Waktu Buka:
Museum ini buka dari pukul 09.00 - 17.00 WIB Selasa - Minggu.
Museum ini tutup hari Senin / Hari Besar.
4. Museum Informasi
Gedung Museum Penerangan dibangun dalam waktu kurang dari satu tahun. berbentuk segi lima. Museum ini mudah ditemukan karena di halaman depan ada lambang ANANTAKUPA akronim "api nan tak kunjung padam", tekad kegiatan perjuangan penerangan di Indonesia. Museum Penerangan mengembangkan lambang ini menjadi candra sengkala " Dahana Ambuka Wiwardning Bumi" yang berarti satu sembilan sembilan tiga, atau 1993. tahun diresmikannya museum ini.

Di da1am gedung ini diperagakan berbagai sarana penerangan, mulai dari media cetak yang sederhana sampai alat-alat yang canggih mengikuti perkembangan kemajuan teknologi. Di sini dapat dijumpai sarana untuk menyiarkan Surat Perintah Letnan Kolonel Soeharto dalam Serangan Umum 1 Maret 1949 yang terkenal itu.

Pengunjung dapat pula menikmati pertunjukan film yang ditampilkan dengan teknik modem, terutama dalam tata suaranya. Dengan sistem audio surround yang mengesankan. penonton dibuat seolah-olah berada di dalam arena tempat cerita film itu berlangsung.

Waktu Buka:
Museum ini buka dari pukul 09.00 - 16.00 WIB pada hari Selasa sampai Minggu dan Hari Besar.
Museum ini tutup hari Senin.

Tiket Masuk: Rp. 5000,-
5. Museum Serangga
Keanekaragaman serangga Indonesia, merupakan tema pameran dan peragaan yang ditampilkan di dalam museum ini. Di Indonesia, tidak kurang dari sekitar 250.000 jenis serangga hidup di dalam dan diatas tanah di dalam dan di atas tumbuhan. hewan dan bahkan manusia. Memang ada yang merusak. tetapi tidak kalah jumlahnya yang mengasyikkan. Ada yang indah. ada yang aneh. Ada yang sangat kecil, dan ada pula yang sangat besar. Ini semuanya dapat dilihat di Museum Serangga TMII. terutama kumbang dan kupu-kupu yang sangat berwarna-warni, dan kelompok serangga menarik lainnya.
Untuk memberikan pengetahuan lebih banyak tentang dunia serangga. Museum Serangga memutar film mengenai kehidupan serangga. Dengan menyaksikan film-film ini. pengetahuan masyarakat tentang serangga akan bertambah dan pemahaman akan makna serangga bagi kehidupan manusia.
6. Museum Komodo
Museum Fauna Indonesia Komodo diwujudkan dalam bentuk Biawak Komodo Raksasa di Taman Mini Indonesia Indah. Bangunan yang dari jauh sudah kelihatan menjulang ini diprakarsai pembuatannya oleh Ibu Negara pada waktu itu Tien Soeharto, sekitar tahun 1977, dan oleh Presiden Soeharto diresmikan pembukaannya pada tanggal 20 April 1978. Maksudnya ialah untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa Indonesia ini kaya akan fauna, dunia binatang.

Secara fisik, bangunan ini merupakan gedung berbentuk binatang yang terbesar di seluruh Indonesia. Panjangnya 72 meter, dengan lebar 25 meter dan tinggi 23 meter. Ruangan pameran ditambah lorong mencangkup luas 800 m2 pada lantai dasar, dan 400 m2 pada lantai atas. Pada bagian ekor terdapat ruangan kecil yang digunakan sebagai ruangan kantor dan bila diperlukan dapat digunakan sebagai ruangan film untuk sekitar 30 orang.

Pameran Museum Fauna Indonesia Komodo menyajikan berbagai jenis dan kelompok jenis fauna Indonesia. Ada yang di tata dalam pola kelompok kerabat, ada pula yang dalam kelompok habitat. Di tengah-tengah ruangan pameran dicerminkan keadaan hutan dengan berbagai kelompok fauna dalam ekosistemnya. Mengelilingi "hutan" ini adalah serpihan habitat-habitat satwa dengan jenis-jenis satwa yang khas menghuni habitat yang sesuai.

Pameran Museum Fauna ditata berdasarkan pola sebaran habitat dan rangkaian hamparan hunian satwa. Dapat dilihat di museum ini pameran kelompok fauna, seperti moluska atau keong, kepiting, reptilia dan amfibia, di sisi lain, ada pula deretan topografi, mulai dari dalamnya lautan sampai tingginya gunung.

Di luar gedung, keanekaragaman kekayaan satwa disajikan dalam bentuk taman. Di taman ini khusus digelar pameran satwa hidup yang dipusatkan pada reptilia. Dapat dijumpai di sini 3 kelompok besar reptilia, yaitu biawak dan ular, kura-kura, dan buaya. Sebagian besar adalah jenis-jenis asli Indonesia, ada pula yang berasal dari luar Indonesia, yaitu yang mempunyai ciri istimewa, seperti Kura-kura, Buaya dari Amerika dan Iguana dari Amerika Selatan.

Untuk dapat melihat dari dekat dan lebih akrab berkenalan dengan reptilia, di Taman Reptilia disediakan khusus bagian yang disebut Taman Sentuh. Selain menyaksikan dari dekat beberapa jenis reptilia pengunjung juga dapat bercanda dengan ular dan biawak. Anak-anak dapat berlari-lari dengan bebas mengejar kura-kura.

Di Taman Sentuh pengunjung dapat menggendong - bersama-sama, paling sedikit 10 orang - seekor ular sanca raksasa, sepanjang 8 meter dan seberat 100 kg. Ular ini jinak sekali, dan merupakan ular jinak terpanjang di tiga propinsi di Indonesia. Yang menarik lainnya dari Taman Reptilia ialah "King Cobra" yang panjangnya sekitar 4 meter. Ada pula "Ular Kaki Empat" yang di Irian sangat ditakuti oleh penduduk setempat, tetapi dapat dibelai di Taman Sentuh.

Di sudut lain dipamerkan pula berbagai jenis katak/amfibia. Banyak katak menarik yang terdapat di Indonesia, tetapi sering terlewatkan dari perhatian karena dianggap menjijikkan.

Waktu Buka:
Museum buka setiap hari dari pukul 08.00 -15.00 WIB.
7. Museum Perangko
Gagasan untuk menyelnggarakan pameran perangko yang bersifat permanen di Taman Mini Indonesia Indah dicetuskan oleh almarhumah Ibu Tien Soeharto, pada saat beliau mengunjungi pameran perangko yang diikuti oleh PT Pos Indonesia (dahulu Perum Pos dam Giro) pada acara Jambore Asia Pasifik VI tahun 1981 di Cibubur.


Museum ini dibangun di atas tanah seluas 9.590 m2, bersebelahan dengan Museum Komodo, dengan bangunan bergaya arsitektur Jawa dan Bali. Di sayap kiri dan Kanan Museum Prangko terdapat bangunan yang masing-masing luasnya 204 m2, digunakan sebagai ruang kantor pengelolaan museum dan ruang koleksi dan sebuah gedung lagi dilengkapi dengan fasilitas pelayanan pos yaitu berupa Kantor Pos Cabang.


Museum Perangko Indonesia diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 29 September 1983.
Museum buka setiap hari dari pukul 08.00 - 15.00 WIB.
8. Museum Asmat
Setelah Ibu Tien Soeharto mengunjungi Anjungan Irian Jaya pada Pameran Produksi Indonesia I pada tahun 1985. beliau segera menggagaskan adanya suatu tempat yang memamerkan hasil kerajinan dan karya seni Asmat. Pameran semacam ini tidak dapat ditampung hanya di Anjungan Irian Jaya di TMII. tetapi harus disediakan tampat khusus yang memadai. Museum Asmat khusus dibangun untuk maksud tersebut. Museum Asmat dibangun di areal Taman Bunga Keong Emas.

Bentuk bangunannya berdasarkan arsitektur asli Kariwari. suku Tobati Enggros yang mendiami pulau di Teluk Jayawijaya. Bangunan ini berbentuk kerucut bersusun tiga, yang digunakan untuk menampung karya seni yang bernilaj tinggi dan unik. Dalam bangunan Kariwari ini juga diberikan sentuhan Asmat. misalnya dengan menambahkan ornamen-omamen tradisional Asmat di bagian luar bangunan Kariwari.

Benda-benda peragaan yang ditampilkan di museum ini merupakan benda-benda kebudayaan Asmat yang mengandung nilai keperkasaan. yang dapat mengungkap pandangan hidup. Kesemuanya dilambangkan dalam ukiran-ukiran yang mengagumkan. Nilai benda-benda yang dipamerkan sangat tinggi untuk pendalaman ilmu antropologi masyarakat tradisional dan peninggalan nilai-nilai budaya awal yang bermakna tinggi dalam kehidupan modem.

Dari benda-benda peragaan yang menarik ialah Patung Arwah atau yang disebut Mbis. Patung ini mengisahkan kepahlawanan dan ungkapan kehadiran para leluhur. Selain itu. ada perahu arwah yang disebut Wuramon; yang dipercaya sebagai kendaraan yang digunakan oleh para roh untuk dapat mengembara. Masing-masing benda lain yang diperagakan juga dilengkapi dengan keterangan dan kegunaannya.

Harga Tiket Masuk :
- Rata-rata Rp. 2.000,-
- Rombongan Minimum 30 orang Pelajar/Mahasiswa Discount 25% dan Umum Discount 10%

9. Museum Penerangan
Gedung Museum Penerangan dibangun dalam waktu kurang dari satu tahun. berbentuk segi lima. Museum ini mudah ditemukan karena di halaman depan ada lambang ANANTAKUPA akronim "api nan tak kunjung padam", tekad kegiatan perjuangan penerangan di Indonesia. Museum Penerangan mengembangkan lambang ini menjadi candra sengkala " Dahana Ambuka Wiwardning Bumi" yang berarti satu sembilan sembilan tiga, atau 1993. tahun diresmikannya museum ini.
Di da1am gedung ini diperagakan berbagai sarana penerangan, mulai dari media cetak yang sederhana sampai alat-alat yang canggih mengikuti perkembangan kemajuan teknologi. Di sini dapat dijumpai sarana untuk menyiarkan Surat Perintah Letnan Kolonel Soeharto dalam Serangan Umum 1 Maret 1949 yang terkenal itu.
Pengunjung dapat pula menikmati pertunjukan film yang ditampilkan dengan teknik modem, terutama dalam tata suaranya. Dengan sistem audio surround yang mengesankan. penonton dibuat seolah-olah berada di dalam arena tempat cerita film itu berlangsung.
10. Museum Graha Widya Patra
Pembangunan museum ini berawal dari peringatan seratus tahun usaha pertambangan minyak dan gas bumi di Indonesia. Bangunan utama yang dapat dilihat ialah anjungan lepas pantai. ciri khas pencarian minyak dan gas bumi. yang juga akan menjadi ajang utama penjelajahan minyak dan gas bumi di masa mendatang. Ada juga bangunan pendukung yang berbentuk gilig, menyerupai tangki penampung minyak. Terkenal juga dengan julukan GAWITRA, atau akronim Graha Widya Patra, museum ini mengetengahkan seluk beluk mengenai minyak dan gas bumi. Kisah sejarah perkembangan upaya-upaya manusia dalam pencarian, penemuan dan pemanfaatan minyak dan gas bumi, terlukis jelas dan rinci dalam pamerannya. Upaya ini meliputi penjelajahan, pemrosesan. disertai peringatan kemungkinan dampak yang akan terjadi. Dalam segi penjelajahan dapat dilihat proses terjadinya cekungan minyak dan gas, serta teknologi untuk penemuannya, baik yang diterapkan pada masa-masa lampau maupun pada masa kini. dan mendatang. Di samping itu, di halaman Museum Minyak dan Gas Bumi dipamerkan pula peragaan berbagai benda yang berperan dalam pencarian dan pemanfaatan minyak dan gas bumi.

Minyak bumi bukan hanya untuk menyediakan energi sebagai bahan bakar, tetapi juga untuk keperluan lain. Produk-produk yang berbahan minyak bumi diperagakan pula dalam museum ini. Disajikan pula sejarah perkembangan geologi bumi, bagaimana perkembangan masa beratus juta tahun yang lalu sampai kemungkinan dampak pemanfaatan minyak dan gas bumi bila manusia tidak berhati-hati dan tidak memperhatikan lingkungannya.

Harga Tiket Masuk :
- Rata-rata Rp. 1.000,-
- Rombongan minimum 30 orang Discount 15%




Directory :  

You have not registered as a member ?
[+] Member Register     [*] Sign In












Copyright © 1998 - 2014 Allright Reserved Infotempat.com Home - News Update - Article - Event & Promo - Contact Us