Home - News Update - Article - Event & Promo - Contact Us
Search :
» Enter your keywords for example "Hotel Jakarta"


Bumi Perkemahan Palutungan
: 2009-09-15 14:54:21   : 689 total view   : 0 comments   [+] leave comment
Bumi Perkemahan Palutungan

Dusun Malaraman Desa Cisantana
Kecamatan Cigugur 9 km dari
kota Kuningan kearah barat
Phone:
Fax:
Kuningan - Jawa Barat


More Information:

Bumi Perkemahan Palutungan dan Curug Ciputri terletak di Desa Palutungan, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan. Tempat wisata ini berada 1.100 meter di atas permukaan laut (mdpl). Ini merupakan salah satu alternatif tempat liburan yang ada di Kuningan. Meski mempunyai pemandangan indah, nama kedua tempat ini tidak sehebat tempat wisata lain di Kuningan Mitos keangkerannya sering kali lebih mudah dikenali ketimbang keindahannya. Jalan menuju perkemahan palutungan adalah jalan menuju gunung ceremai, Di kanan dan kiri jalan sekitar kaki Gunung Ciremai (3.078 mdpl), misalnya, banyak sekali lahan yang ditanami sayur-mayur dan budi daya sapi perah. Bahkan, jika beruntung, pengunjung bisa menyaksikan pemanenan, pembersihan sayuran, dan pendistribusian sayuran tersebut. Sementara itu, pemeluk agama Katolik, jika ingin sekaligus mendapatkan wisata religius, bisa menyempatkan diri ke Goa Maria Totombok, Cisantana. "Tempat ini juga merupakan satu dari tiga jalur pendakian menuju puncak Gunung Ciremai. Meski merupakan jalur terpanjang, pendaki lebih memilih lewat sini karena merupakan rute paling mudah. Untuk bisa sampai ke bumi perkemahan dan Curug Ciputri, calon pengunjung dari Cirebon bisa melewati kota Kuningan yang berada di ketinggian 466 mdpl menuju Kecamatan Cigugur. Selain menggunakan kendaraan pribadi, pengunjung juga bisa menggunakan bus atau angkutan yang disebut travel (minibus). Pengunjung asal Bandung bisa menggunakan bus ekonomi dengan tarif Rp 20.000 atau Rp 30.000 (bus eksekutif) menuju Cirebon. Dari Terminal Cirebon, perjalanan dilanjutkan dengan angkutan umum menuju Kuningan yang biayanya Rp 5.000 per orang. Di Kuningan pengunjung bisa melanjutkan perjalanan dengan menggunakan angkutan umum bernomor 16 jurusan Kuningan-Palutungan. Pengunjung asal Jakarta bisa menggunakan bus ekonomi (jurusan Kuningan) dengan tarif Rp 30.000 atau bus eksekutif yang bertarif Rp 40.000. Dari Kuningan, pengunjung bisa menggunakan jalur yang sama dengan jurusan Kuningan-Palutungan. Tarifnya Rp 2.000-Rp 3.000 per orang. "Atau, bila mau, pengunjung yang datang dalam jumlah tidak besar bisa menggunakan ojek motor setibanya di Kuningan. Meski tarif lebih mahal, Rp 10.000-Rp 20.000 per orang, pengunjung bisa merasakan langsung angin sejuk selama perjalanan," tutur Sardjono. Sesampainya di Palutungan, pengunjung yang datang dalam jumlah besar biasanya langsung memesan tempat untuk berkemah. Namun, pengunjung dalam kelompok kecil dan tidak ingin menginap bisa langsung ke Curug Ciputri. Bumi Perkemahan Palutungan dan Curug Ciputri merupakan tempat di Kuningan yang sepenuhnya dibuat oleh alam. Bumi perkemahan dibuka terlebih dahulu sekitar tahun 1984, sedangkan kawasan Curug Ciputri dibuka untuk umum pada tahun 1989. Dengan luas sekitar 9 hektar dan dikelilingi pohon pinus, bumi perkemahan menjadi tempat menarik untuk menghabiskan malam. Bahkan, bila jenuh, malam hari pengunjung bisa keluar dari area perkemahan untuk melihat gemerlap lampu Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Kuningan dari jalan Desa Palutungan.

Facilities:

Palutungan and camping grounds located in Ciputri Curug Palutungan Village, Sub CIGUGUR, Kuningan District. This resort is 1100 meters above sea level (mdpl). This is one of the alternative vacation spot in Kuningan. Despite having beautiful scenery, the second name of this place is not as good as other resorts in Kuningan keangkerannya myth often more easily identified than its beauty. The road to camp is palutungan Ceremai mountain road, the right and left of the road around the foot of Mount Ciremai (mdpl 3078), for example, a lot of land planted with vegetables and dairy cows cultivation. In fact, if lucky, visitors can see the harvesting, cleaning vegetables, and distribution of these vegetables. Meanwhile, the Catholic religion, if you want both a religious tourism, could took to Goa Mary Totombok, Cisantana. "This place is one of three climbing route to the summit of Mount Ciremai. Although it is the longest route, climbers prefer this way because it is the easiest route. To get to the campsite and Curug Ciputri, potential visitors from across the city of Cirebon Kuningan be located at an altitude of 466 to the District CIGUGUR mdpl. In addition to using private vehicles, visitors can also use the bus or the so-called travel transportation (minibuses). Visitors from Bandung can use the economic bus fare Rp 20,000 or Rp 30,000 (bus executives) to Cirebon. From Terminal Cirebon, travel by public transport is continued towards the cost Kuningan USD 5000 per person. In Brass, visitors can go on using public transportation departments numbered 16-Palutungan Brass. Visitor from Jakarta could use the economic bus (Brass majors) with tariff Rp 30,000 or executive bus fare Rp 40,000. From Brass, visitors can use the same path with Brass-Palutungan department. The price USD 2000-USD 3000 per person. "Or, if you want, visitors who come in large quantities can use bike motorcycles arriving in Kuningan. Although more expensive rate, Rp 10,000-Rp 20,000 per person, visitors can feel the cool breeze directly during the trip," said Sardjono. Arriving in Palutungan, visitors who come in large numbers is usually directly for camping reservations. However, visitors in small groups and did not want to stay directly to the Curug Ciputri. Palutungan camping grounds and Curug Ciputri in Kuningan is a place created entirely by nature. Campground first opened around 1984, while the Ciputri Curug area opened to the public in 1989. With a width of about 9 hectares and surrounded by pine trees, the campsite to be interesting places to spend the night. In fact, when saturated, at night, visitors can get out of the camp area to see the lights of Cirebon Regency and Regency Brass from Palutungan village street.




Directory :  

You have not registered as a member ?
[+] Member Register     [*] Sign In












Copyright © 1998 - 2014 Allright Reserved Infotempat.com Home - News Update - Article - Event & Promo - Contact Us