Home - News Update - Article - Event & Promo - Contact Us
Search :
» Enter your keywords for example "Hotel Jakarta"


Taman Nasional Gunung Ciremai
: 2010-07-16 14:41:52   : 811 total view   : 0 comments   [+] leave comment
Taman Nasional Gunung Ciremai

Gunung Ciremai merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat dengan ketinggian 3.078 m dpl.
Phone:
Fax:
Kuningan - Jawa Barat


More Information:



Gunung Ceremai secara administratif termasuk dalam wilayah tiga kabupaten, yakni Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Posisi geografis puncaknya terletak pada 6 53' 30" LS dan 108 24' 00" BT, dengan ketinggian 3.078 m di atas permukaan laut.

Gunung ini memiliki kawah ganda. Kawah barat yang beradius 400 m terpotong oleh kawah timur yang beradius 600 m. Pada ketinggian sekitar 2.900 m dpl di lereng selatan terdapat bekas titik letusan yang dinamakan Gowa Walet.

Kini Gunung Ceremai termasuk ke dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ceremai, yang memiliki luas total sekitar 15.000 hektare.

Nama gunung ini berasal dari kata cereme (Phyllanthus acidus, sejenis tumbuhan perdu berbuah kecil dengan rada masam), namun seringkali disebut Ciremai,



Gunung Ceremai termasuk gunungapi Kuarter aktif, tipe A (yakni, gunungapi magmatik yang masih aktif semenjak tahun 1600), dan berbentuk strato. Gunung ini merupakan gunungapi soliter, yang dipisahkan oleh Zona Sesar Cilacap Kuningan dari kelompok gunungapi Jawa Barat bagian timur (yakni deretan Gunung Galunggung, Gunung Guntur, Gunung Papandayan, Gunung Patuha hingga Gunung Tangkuban Perahu) yang terletak pada Zona Bandung.

Ceremai merupakan gunungapi generasi ketiga. Generasi pertama ialah suatu gunungapi Plistosen yang terletak di sebelah G. Ceremai, sebagai lanjutan vulkanisma Plio-Plistosen di atas batuan Tersier. Vulkanisma generasi kedua adalah Gunung Gegerhalang, yang sebelum runtuh membentuk Kaldera Gegerhalang. Dan vulkanisma generasi ketiga pada kala Holosen berupa G. Ceremai yang tumbuh di sisi utara Kaldera Gegerhalang, yang diperkirakan terjadi pada sekitar 7.000 tahun yang lalu (Situmorang 1991).

Letusan G. Ceremai tercatat sejak 1698 dan terakhir kali terjadi tahun 1937 dengan selang waktu istirahat terpendek 3 tahun dan terpanjang 112 tahun. Tiga letusan 1772, 1775 dan 1805 terjadi di kawah pusat tetapi tidak menimbulkan kerusakan yang berarti. Letusan uap belerang serta tembusan fumarola baru di dinding kawah pusat terjadi tahun 1917 dan 1924. Pada 24 Juni 1937 7 Januari 1938 terjadi letusan freatik di kawah pusat dan celah radial. Sebaran abu mencapai daerah seluas 52,500 km bujursangkar (Kusumadinata, 1971). Pada tahun 1947, 1955 dan 1973 terjadi gempa tektonik yang melanda daerah baratdaya G. Ciremai, yang diduga berkaitan dengan struktur sesar berarah tenggara barat laut. Kejadian gempa yang merusak sejumlah bangunan di daerah Maja dan Talaga sebelah barat G. Ceremai terjadi tahun 1990 dan tahun 2001. Getarannya terasa hingga Desa Cilimus di timur G. Ceremai

Gunung Cermai sering digunakan untuk pandakian, Puncak gunung Cermai dapat dicapai melalui banyak jalur pendakian. Akan tetapi yang populer dan mudah diakses adalah melalui Desa Palutungan dan Desa Linggarjati di Kab. Kuningan, dan Desa Apuy di Kab. Majalengka. Satu lagi jalur pendakian yang jarang digunakan ialah melalui Desa Padabeunghar di perbatasan Kuningan dengan Majalengka di utara. Di kota Kuningan terdapat kelompok pecinta alam "Akar (Aktivitas Anak Rimba)" yang dapat membantu menyediakan berbagai informasi dan pemanduan mengenai pendakian Gunung Ceremai.

Gunung Cermai merupakan kawasan hutan produksi, banyak terdapat jenis tanaman dan marsatwa , tanaman yang terkenal adalah bunga Adelweis.

Facilities:

Mount Ceremai administratively included within the three districts, namely Kabupaten Cirebon, Kuningan District and County Majalengka, West Java Province. Geographical position of a peak is located at 6 53 '30 "latitude and 108 24' 00" BT, with a height of 3078 m above sea level. This mountain has a double crater. Beradius western crater 400 m east of the crater was interrupted by a beradius 600 m. At an altitude of about 2900 m above sea level on the southern slope of the eruption is the former called Gowa Walet. Mount Ceremai now included in the area Ceremai Mountain National Park, which has a total area of about 15,000 hectares. This mountain's name comes from the word cereme (Phyllanthus acidus, a kind of small fruit plants, shrubs with rada sour), but often called Ciremai, Mount Ceremai including Quaternary active volcano, type A (ie, magmatic volcano is still active since 1600), and shaped strato. This is the volcanic Mount Solitary, separated by Cilacap Fault Zone - Brass from the volcanic eastern part of West Java (ie row Galunggung, Thunder Mountain, Mount Papandayan, Mount Patuha to Tangkuban Boat) located in Bandung Zone. Ceremai is a third generation volcano. The first generation of a volcanic Plistosen is located next to G. Ceremai, as advanced Plio-vulkanisma above Plistosen Tertiary rocks. The second generation is Vulkanisma Mount Gegerhalang, which before the collapse to form Gegerhalang Caldera. And the third generation in vulkanisma Holocene times of G. Ceremai that grows on the north side Gegerhalang Caldera, which is estimated to occur in about 7000 years ago (Situmorang 1991). Eruption G. Ceremai recorded since 1698 and the last time occurred in 1937 with the shortest rest interval of 3 years and the longest 112 years. Three eruptions in 1772, 1775 and 1805 occurred in the central crater but caused no significant damage. The eruption of steam and sulfur fumarola new copies in the central crater wall occurred in 1917 and 1924. On June 24, 1937 - January 7, 1938 eruption in the crater center freatik and radial cracks. Distribution of ash reached an area of 52.500 km square (Kusumadinata, 1971). In 1947, 1955 and 1973 happens tectonic earthquake that struck the southwestern region G. Ciremai, who allegedly associated with fault structures directed southeast - northwest. Destructive earthquakes in the area of the building Maja and west Talaga G. Ceremai occurred in 1990 and 2001. Vibrations felt through the village in the east Cilimus G. Ceremai Mount Ceremai often used to pandakian, Ceremai peak can be achieved through a lot of climbing lane. However, the popular and easily accessible is through the Village and the Village Linggarjati Palutungan in Kab. Brass, and the Village Apuy in Kab. Majalengka. Another route is rarely used by the Village on the border Padabeunghar Brass with Majalengka north. In the town of Kuningan nature lovers there is the "root (Children Activity Woods)" which can help provide various information and guiding the ascent of Mount Ceremai. Mount Ceramai is production forest, there are many types of plants and marsatwa, the famous plant is the flower Adelweis




Directory :  

You have not registered as a member ?
[+] Member Register     [*] Sign In












Copyright © 1998 - 2014 Allright Reserved Infotempat.com Home - News Update - Article - Event & Promo - Contact Us