Home - News Update - Article - Event & Promo - Contact Us
Search :
» Enter your keywords for example "Hotel Jakarta"


Ki Ageng Pandanaran
: 2009-09-18 13:06:20   : 438 total view   : 0 comments   [+] leave comment
Ki Ageng Pandanaran

Jl. Mugas Dalam II/4, Kelurahan Mugasari
kurang lebih 1 Km dari Tugu Muda
Phone:
Fax:
Semarang - Jawa Tengah


More Information:

Ki Ageng Pandan Arang (disebut juga Pandanaran, Pandanaran I) adalah bupati atau Adipati pertama Semarang, yang diangkat oleh sultan Demak Bintara. Konon nama Semarang diberikan olehnya, tanggal diangkatnya beliau sebagai adipati dijadikan hari jadi Kota Semarang. Dengan demikian beliau dianggap sebagai pelopor berdirinya Kota Semarang. Ki Ageng Pandan Arang atau Pandanaran meninggal pada tahun 1496. karena di tempat ia tinggal ditanami oleh pohon asam yang jarang-jarang (bahasa Jawa: asem arang). Tokoh ini juga dikenal sebagai penyebar Islam di daerah tersebut. Meskipun sezaman dengan para Wali Sanga, ia tidak termasuk ke dalamnya. Ia berkedudukan di Pragota, yang sekarang menjadi tempat di kota Semarang bernama Bergota. Sebagian besar cerita dan babad menyatakan bahwa ia adalah putra dari Panembahan Sabrang Lor, sultan kedua Demak, yang menolak takhta karena lebih suka memilih mendalami spiritualitas. Posisi sultan ketiga Demak kemudian diberikan kepada pamannya. Pendapat lain menyatakan bahwa ia adalah saudagar asing, mungkin dari Arab, Persia, atau Turki, yang meminta izin sultan Demak untuk berdagang dan menyebarkan Islam di daerah Pragota. Izin diberikan baginya di daerah sebelah barat Demak. Cerita lain bahkan menyebutkan ia adalah putra dari Brawijaya V, raja Majapahit terakhir, meskipun tidak ada bukti tertulis apa pun mengenainya. Makam Ki Ageng Pandanaran banyak dikunjungi oleh peziarah, terutama pada acara khol meninggalnya beliau setiap bulan Muharam setahun sekali. Makam Ki Ageng Pandanaran dibuka untuk umum setiap hari dan setiap saat.

Facilities:

Ki Ageng Pandan Arang (also called Pandanaran, Pandanaran I) was the first regent of Semarang, or Duke, who was appointed by the Sultan of Demak Petty Officer. It is said that the name given by him Semarang, the date his appointment as the duke made the day a city of Semarang. Thus he was regarded as a pioneer in the establishment of Semarang. Ki Ageng Pandan Arang or Pandanaran died in 1496. because of where he lived tamarind trees planted by the rare (Javanese: tamarind charcoal). This figure also known as a propagator of Islam in the region. Although contemporary with the Wali Sanga, he does not belong to them. He is domiciled in Pragota, who is now a place in the city of Semarang named Bergota. Most of the story and the Chronicle stated that he was the son of Panembahan Sabrang Lor, second sultan of Demak, who refused the throne because prefer deepen spirituality. The position of the third Sultan of Demak and then given to his uncle. Another opinion states that he is a foreign merchant, probably from Arabic, Persian, or Turkish, which requested permission to trade the Sultan of Demak and the spread of Islam in the region Pragota. Permission is granted to him in the area west of Demak. Another story says even he was the son of Brawijaya V, last king of Majapahit, although there is no written evidence of anything about it. Grave Ki Ageng Pandanaran visited by many pilgrims, especially in the event he died khol Muharam every month once a year. Grave Ki Ageng Pandanaran opened to the public every day and every moment.




Directory :  

You have not registered as a member ?
[+] Member Register     [*] Sign In












Copyright © 1998 - 2014 Allright Reserved Infotempat.com Home - News Update - Article - Event & Promo - Contact Us